Kontak Info

Untuk info dan pemesanan silakan kontak gw di

Email : Hentai232@gmail.com
Email / YM : Hentaigame@ymail.com
Line ID : Hentai232
Pin Blackberry : 32628C2B


Silakan diadd / email bro, gw ol trus dari jam 8.00 pagi
s/d jam 10.00 malam

( langsung gw balas, g pake lama / tunggu )


Kamis, 28 November 2013

Perjalanan Seorang Istri Menjadi Budak Sex Pria Lain 3


Tag : Cerita Swinger , Cewek Bispak , Cerita Dewasa , Cantik , Cewek , Sex , Panas , Tukar Pasangan ,  Perek , Selingkuh

Sudah dua minggu itil ku di pasangi gembok oleh mas Hari dan mas Mantri..aku demikian takut kalau kalau mas Aries tahu keadaan ku.. Aku terus memohon kepada mas Hari dan Mas Mantri untuk melepaskan gembok itu. Sementara itu setiap mas Aries mengajak bermesraan saya selalu menolak dengan alasan yang beragam. Saya sangat takut mas Aries sampai melihat ada gembok yang ter tindik di itil ku, apa lagi yang pegang kuncinya ternyata orang lain.
Hari itu mas Aries sedang libur dan sedang berada di rumah. Tiba tiba telepon berbunyi, mas Aries yang mengangkat, tidak berapa lama “Anggie, kamu masak apa hari ini .. buat untuk empat orang ya…”kata mas Aries..”buat siapa mas? siapa yang mau datang?” kata ku khawatir…”Hari sama Mantri mau mampir.. Sudah lama mereka tidak main kesini” mendengar itu jantungku langsung seperti copot “memang jarang main sama mas Aries tapi sering mempermainkan istrimu mas…”

Aku pun menuruti dengan memasak 2 porsi lebih banyak… dan jantungku berdegub kencang… tapi anehnya ada suatu rasa yang aneh juga menghinggapi diri ku…Tidak berapa lama bel apartement kami berbunyi. “Anggie tolong dibuka pintunya… saya sedang pakai baju” kata mas Aries. Aku segera membuka pintu apartement…”wahhh nyonya rumah sudah nggak sabar ketemu kita kayanya…”kata mas Mantri begitu pintu di buka.”mas apa apaan sih…jangan keras keras nanti mas Aries dengar”kataku sambil sedikit marah.”mumpung suami mu di kamar buka pakaian dalam kamu”kata mas Hari dengan suara seramnya sambil menunjukan dua buah benda yaitu sebuah DVD dan kunci gembok… aku tahu maksudnya.”mas tolong jangan….”.”sudah lakukan saja sebelum suami kamu keluar..atau…”katanya lagi sambil mengacungkan kembali kedua buah benda tadi. aku pun dengan rasa sangat khawatir melepaskan bra dan celana dalam ku tanpa melepas pakain luarku yang berbentuk terusan pendek dan berbahan sedikit tipis..aku melepaskannya cepat2 takut jika tiba tiba mas Aries keluar. Dan mas Mantri merebutnya dari tangan ku dan memasukannya di dalam tas kecil yang dibawanya. Tidak berapa lama mas Aries keluar dari kamar dan mereka langsung mengobrol. Sementara saya segera masuk dapur untuk menyiapkan makan malam buat mereka semua.”mas Aries kok mbak Anggie kelihatan makin seksi ya…”celetuk mas Mantri yang membuat darah ku terasa mendesir..”ah bisa aja mas Mantri..gini nih kalau lama nggak ketemu istri sendiri semua wanita dianggap seksi” jawab mas Aries.. mungkin dia hanya menganggap celetukan itu hanya gurauan tapi tidak bagi ku.. Dengan perasaan yang gamang saya masuk dapur mengingat sekarang saya hanya mengenakan pakaian luar yang sedikit pendek, tanpa pakaian dalam.

Kemudian saya langsung menyiapkan makan malam kami… Saat makan aku duduk bersebelahan dengan mas Aries sedang mas Mantri di depan ku bersebelahan dengan mas Hari. Saat sedang menghirup soup hampir saya tersedak. Saya merasakan sesuatu menyusup diselangkangan ku yang tanpa celana dalam. Ternyata itu adalah jempol kaki mas Mantri. Dengan mata melotot saya memberi isyarat protes kepada mas Mantri, tapi dia juga nggak kalah sigap dengan sedikit isyarat kepada mas Hari, maka mas Hari mengeluarkan kunci gembok itil ku, memainkan sedikit kemudian mengantongkannya lagi. Itu merupakan isyarat yg jelas bagi ku….”kunci apaan tuh mas Hari.. kecil amat kuncinya, kaya kunci mainan” kata mas Aries ” oh… ini emang kunci mainan kok… kunci ini buat mengendalikan mainan kami..”kata mas Hari dingin. Saya langsung terdiam… dan ibu jari mas Mantri pun bermain main dengan leluasa di vagina ku. Dengan sedikit isyarat dia melebarkan kaki ku… dan mulai memainkan kemaluan ku…. heran dimana dia belajar memainkan vagina dengan kaki,… tapi rasanya nikamt sekali… sehingga tanpa sadar tiba tiba saya melenguh…”engghhhh..” Mas Aries tampak terkejut… “kenapa kamu Anggie..” aku sedikit gelagapan mendengar pertanyaan itu….”hmmm ini mas soupnya…”. ” wah, Mbak Anggie keenakan ya…” kata mas Mantri… Saya tahu maksud sindirannya sehinggak semakin tidak bisa berbicara..

“hmm soup bikinan kamu emang enak kok gie..benerkan mas Mantri, mas Hari?” kata mas Aries.”yaaa….betulll…”kata mereka serempak.saya tahu benar maksud mereka. Kalau saja ada yang memperhatikan, wajahku sudah sangat merah menahan malu.

Setelah makan malam mereka beranjak keruang keluarga yang merangkap ruang tamu ku. Mas Hari aku lihat mengeluarkan sebuah botol Soju minuman keras Khas Korea. “mas aries kamu jangan ikut minum ya..”kata ku tidak setuju kalau mereka minum minum.”wah nggak apa lah mbak Anggie dikit ajaa…”kata mas Mantri.”iya sedikit saja …ini Soju nomor satu loh sayang kalau nggak diminum …”timpal mas Hari. “sedikt saja honey..”kata mas Aries seolah memohon persetujuan…”baik sedikit saja…”kataku masih dengan rasa yang sedikit mengganjal sebenarnya.

Setelah itu aku bergegas ke Dapur untuk merapih kan dapur. Sambil merapikan dapur saya terus merenung memikirkan keadaan saya yang telah jadi budak sex mas Mantri dan mas Hari. Bahkan saat ini ketika ada mas Ariesta di Apartemenku sendiri aku sudah tidak memakai pakaian dalam atas perintah mereka. Tiba tiba aku merasakan sesuatu menyusup kedalam rok ku dan menyentuh itil ku. Diriku benar benar tersentak. Ternyata itu tangan mas Mantri.”mas apa apaan ini, bagaimana kalau mas Aries tahu…” kata ku..”sudah tenang saja mas Aries mu sedang asik di cekoki Hari” jawab Mantri kalem. saya terus berontak tapi kini malah tangan kirinya ikut menyusup kedadaku.”jangan terus berontak nanti malah jadi perhatian mas Ariesmu..”katanya, aku langsung berhenti berontak mendengar kata kata itu…

Dari belakang tangan mas Mantri mulai mempermainkan puting ku..meremas remas buah dadaku.. sedang tangan kanannya menyelusup kedalam celah vagina ku, mempermainkan lubang kencing dan itil ku yang tergantung gembok kecil… ”shhhhh ahhh….”aku mulai mendesah..kurasakan vaginaku mulai basah….aku benar benar takut mas Aries mendengar desahanku dan menghampiri diri ku di dapur.

Mas mantri mulai menyibak pakaianku…membalikan diriku sehingga menghadap dirinya, dia mulai berani melumat bibirku…dan menarik keatas pakaian ku..dan muali kembali meremas2 buah dada ku…dengan sekali2 memilin milin puting ku….dan akhirnya mulutnya mulai bermain di puting ku sedang tangannya beralih ke vagina ku dan memainkan gembok di itil ku…”aghhhhh… masss…” aku mendesah pelan sekali seperti berbisik… takut di pergoki mas Aries. Mas Mantri membalik kembali tubuh ku hingga membelakanginya, dan bertumpu pada meja dapur dan ….sleppp… dia memasukan Penisnya ke Vagina ku…”enghhh..enak masss…” kata ku tanpa sadar… sambil menggenjot diriku tangannya meraba dan meremas2 buah dada ku.. rasanya nikmatt sekali… aku takut di pergoki suami ku tapi anehnya justru itu semakin membuatku bergairah di perlakukan seperti ini…pakaianku sudah berantakan letaknya bagian bawahnya sudah tersibak hingga ke atas.. sedangkan bagian bawahnya terbuka sebagian mengekspos dadaku yang kenyal…

Akhirnya aku sudah seperti tidak sadar dan mulai ikut bergoyang mengikuti irama goyangan mas Mantri, hingga, “masssss…aughtttttt….aku keluar…..” dan saat yang hampir bersamaan mas Mantri juga semakin kencang memompa… saya tahu dia juga hampir klimaks…dan tiba tiba dia merengkuh diriku kuat kuat dan crot crot…. dia klimaks di dalam vagina ku….

“ah.. benar benar nikmat… hari ini kamu penurut sekali”kata mas Mantri. Aku seolah tersadar segera berdiri dan merapikan bajuku..dan hendak mengambil tissue untuk mengelap sperma yang mengalir keluar dari selakangan ku.. tapi tiba tiba”Jangan…. tidak usah di lap…”aku menoleh karena terkejut….itu suara mas Hari… sejak kapan dia ada di sini… terus, mas Aries dimana….

“Suami mu sudah tidur..soju nya tadi aku campur obat tidur….sekarang saatnya kita bermain…”katanya seolah menjawab pertanyaan ku tadi…tapi aku bukannya tenang malah semakin gemetaran…”baju kamu berantakan…lepas saja…pakai ini saja…” katanya mas Mantri sambil melemparkan celemek yang biasa di pergunakan untuk memasak. Aku benar benar terperangah… mereka sekarang benar benar gila….dirumah ku sendiri.. saat ada mas Aries… bahkan mas aries pun mereka kerjai….Aku tidak sanggup menahan tangis ku…aku hanya memandang celemek yang mereka berikan.. jika harus aku kenakan celemek itu begitu kecil….hanya menutupi sedikit bagian depan tubuh ku, bahkan tidak bisa untuk menutupi ke dua buah dada ku yang sedikit besar…sedang dibagian bawah juga sangat pendek…dan terutama bagian belakang terbuka seluruhnya hanya sedikit tali di pingang dan leher…Tiba tiba plakkk… pipiku terasa sangat panas di tampar oleh mas Hari.. aku sedemikian terkejutnya sehingga mata ku berkunang kunang… “pakai kalau nggak saya gampar lagi mau…? “. bentaknya dengan suaranya yang menyeramkan.. aku pun bergegas melepas pakaian ku dan mengenakan celemek itu…”sekarang buatkan kami teh … saya tidak pakai gula sedang Mantri pakai gula” katanya..”Kami tunggu di ruang tamu..” kata mas Mantri “tidak usah khawatir suamimu sudah tidur..” setelah berbicara seperti itu mereka pun pergi meninggalkan saya di dapur seorang diri dengan tubuh yang gemetaran memikirkan keadaan diriku sementara suamiku walau dalam keadaan terbius ada juga disana.

Kemudian saya membuatkan mereka teh di cangkir dan membawanya kemereka di ruang tamu dengan tubuhku yang hampir bugil dan sedang gemetaran…aku melirik ke sofa kami dan kulihat suami ku tertidur pulas dengan wajahnya yang seperti tanpa dosa dan sebelah kakinya terjuntai kebawah..air mata menetes di pipi ku “maafkan aku mas…”

Aku menaruh kedua cangkir di hadapan mereka “yang mana punya saya”kata mas Hari..”yang kiri punya mas Hari yang kanan punya mas Mantri” kataku..plakkkk..tiba tiba sekali lagi mas Hari menamparku. Aku demikian terkejut sehingga jatuh terjengkang kebelakang..”panggil saya Tuan Hari..dan ini tuan Mantri… Jangan coba coba kurang ajar ya…” aku langsung menangis tapi Mas Hari hampir saja menamparku lagi…”jangan menangis kalau tidak mau saya tampar “katanya..Kemudian dia mengeluarkan dua buah anting anting yang masing masingnya memiliki bel kecil..dia menarik putingku dan memasangkan anting anting itu di puting ku. Aku lihat mas Mantri mengeluarkan handycam dan merekam kami..

Mas Hari mengeluarkan seutas tali dari tasnya dan mulai mengikat diriku sedemikian rupa sehingga bahkan buah dadaku terijepit tali itu sehingga menjadi mencuat dan dia juga mengikat tangan ku siku bertemu siku lalu rambut ku juga diikat dan di tarik kebelakang dan disatukan dengan tanganku sehingga wajah ku menghadap keatas… rasanya sangat sakit..kemudian sebatang tongkat diselipkan di belakang lututku dan kakiku diikat sedemikan rupa sehingga menjadi mengangkang dan terlipat kebelakang.tumitku disatukan dengan pangkal paha ku menggunakan tali di belakang lutut di selipakan sebatang tongkat dari pipa. “akhh Tuan Hari sakittt..” mendengar itu dia malah marah dan mendorongku jatuh sehingga saat ini diriku menjadi menungging dengan kepala yang tertengadah. “sakiiiitt…”aku melenguh..dia kemudian mengambil sebuah pipa lagi yang lebih pendek sepanjang 20 senti dan menyelipkan di mulutku yang dipaksanya untuk menggigit pipa kecil itu..dan kemudian dia mengikatnya ke belakang kepalaku persis seperti tali kekang kuda..

Kemudian dia tersenyum puas memandang ‘hasil karyanya’ kemudian aku lihat dia mengeluarkan sesuatu dari tas kecilnya dan ternyata itu adalah penjepit kertas atau binder kertas dari logam..melihat itu aku haya isa melotot ketakutan dan….”akhhhkkkk hakkiiiikk” aku memekik ketika bibir sebelah kiriku dijepitnya… dan sekali lagi ‘akkkkhhkkk” aku kembali memekik ketika dia menjepit yang sebelah kanannya… Kemudian ketika aku sudah berkelojotan…dia seperti memandang puas…dan ketika rasa sakit mulai hilang tiba tiba cetarrrr…. pantatku terasa sangat panas ternyata dia mencambuk pantatku dengan menggunakan sisa tali yang ada…air mataku mulai meleleh kali ini karena rasa sakit yg luar biasa.ctarrrr..ctarrr…ctarrrr

Ketika aku sudah sangat kesakitan di tiba tiba mas Hari menghentikan cambukannya..tiba tiba pantat ku terasa dingin ternyata mas Hari sedang menyiram pantatku dengan semacam minyak licin yang dingin..Dia berputar ke depan dan memperlihatkan aku sesuatu yang membuat diriku bergidik…sebuah tongkat dari karet sepanjang 20 senti yang bentuknya seperti kumpulan beberapa buah bola dari yang ujung paling kecil sebesar kelereng sampai dipangkalnya sebesar bola bekel. Aku langsung tahu niatnya dan…”akhhhh…” ternyata dia memasukannya kedalam anusku sampai hampir habis dan menariknya kembali terus berulang ulang…anehnya itu justru membuat sensasi aneh di diriku… walau sebenarnya sangat sakit. Kemudian dia mendiamkan tongkat karet itu sehingga tingak tersisa bonggol terakhirnya..

aku melirik kulihat mas Aries masih tertidur..wajahnya terlihat seperti tak ber dosa.. maafkan aku mas..

Mas Hari melepaskan ikatan rambut ke tangan ku, membalikan diriku sehingga terlentang, melepaskan ikatan di kakiku dan mencabut pipa yang terpasang di sela sela belakang lutut ku dan merubah ikatannya sedemikian rupa sehingga saat ini mengangkang lebar memperlihat vagina ku. Kemudian dia mengangkat diriku dan meletakan diriku diatas meja tamu kami yang lebar. Aku melihat mas Hari mengeluarkan sebuah benda terbuat dari logam berbentuk selinder sepanjang 20 cm dengan diameter 6 cm, yang ternyata adalah sebuah vibrator…. dia kemudian menempelkan vibrator itu di kemaluan saya… seolah saya tersengat kenikmatan….”ekkkhhhhhh…” saya benar benar terguncang ternyata itu baru permulaan. mas hari kemudian memasukan vibrator itu kedalam vagina saya …. vibrator itu bergetar di dalam vagina saya dan memberi rangsangan hebat yang luar biasa.”akhhhhh…” saya melenguh hanya itu yang dapat keluar dari mulut saya yang diselipkan sebatang pipa…. saya melihat secara samar samar mas Mantri yang sedang mengambil gambar saya dengan menggunakan handy cam… dan mas Hari yang memandang saya dengan tersenyum…saya tidak dapat membayangkan jika tiba tiba mas Aries bangun.

“akhhhhh..” kali ini saya benar benar mencapai kelimaks ….bukan hanya vagina saya yang bergetar tapi seluruh tubuh saya berguncang hebat … mas Hari dan mas Mantri tertawa… suara ku demikian kerasnya sehingga tampaknya menggangu tidur mas Aries, dia bergerak sedikit dari tidurnya dan melenguh kemudian kembali tertidur..Aku benar benar gemetaran ketakutan ketika itu terjadi…

Mas Hari tiba tiba mencabut vibrator itu dan kemudian menutup mata saya dengan penutup mata yang biasa aku gunakan kalau mau tidur. Aku benar benar buta sekarang dan sangat ketakutan karena tidak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Tiba tiba “akhhh…” aku hampir berteriak ketika pnjepit yang sedari tadi ada di bibir vagina ku tiba tiba di tarik lepas tanpa di renggangkan dahulu dan”akhhhh…” kembali yang sebelahnya di tarik.. nafasku memburu jantungku berdetak kencang menduga duga apalagi yang akan aku alami… begitu memburunya nafasku sampai sampai bel kecil di puting ku berbunyi karena dadaku terguncang guncang. Aku merasakan buah dadaku diremas kencang sehingga terasa sakit kemudian aku merasakan sebuah benda hangat basah menelsuri tubuhku mulai dari dada kemudian turun keperut ternyata itu adalah lidah seseorang yang aku tidak tahu apakah itu lidah mas Hari atau mas Mantri…. kemudian saya merasakan orang itu memasukan penisnya dan memompa penis itu kuat kuat sehingga aku terguncang guncag menyebabkan bel kembali berbunyi di kedua putingku. orgasme kembali terjadi aku benar benar menikmatinya kali ini mereka melakukannya dengan sedikit berbeda penis itu terasa lebih nikmat dari sebelumnya…. tidak berapa lama orang itu mencapai klimaksnya dan crottt…crottt… membasahi wajah ku yang tertutup bagian matanya….kemudian beberapa saat segalanya menjadi sunyi.. aku merasakan semua ikatan ku dilepas dan penyumpal mulut ke juga dilepas..begitu juga tongkat karet aneh di pantatku… tubuh ku tiba terasa dibalikan dan dipaksa menungging dan ‘akhhhhh …. ” aku merasakan ada yang menyetubuhi dari belakang ….dia begitu kasarnya memompa diriku sehingga diriku terasa terguncang guncang… aku merintih dan melenguh hampir diluar sadar ku dan tiba tiba saja penutup mata ku di lepaskan… aku begitu terkejut ketika mendapati wajahku begitu dekatnya, hanya berjarak satu jengkal dengan wajah suami ku yang tertidur di sofa…. padahal tadi lenguhan dan eranganku begitu kerasnya… aku kembali menagis…

Saya baru menyadari ternyata yang sedang menyetubuhiku adalah mas Mantri… dia memompa diriku demikian kerasnya sehingga hampir hampir wajahku menabrak wajah suamiku yang tertidur pulas… akhirnya crotttt crott…. mas Mantri berejakulasi di atas punggungku…

Aku kemudian terbaring lemah demikian juga kulihat mas Mantri…..:”Suami kamu masih lama baru bangun sebaiknya kita jalan jalan dulu” kata Mas hari…sambil menendang pantat ku …aku hendak protes tapi..”jangan banyak macam kamu apa kamu pilih saya bangunkan suami kamu” katanya.. aku pun bangun

Aku lihat mas Mantri juga sudah mengenakan pakaiannya mereka memberikan aku jubah ku…yang panjangnya hanya sedikit diatas lutut dan tanpa kancing hanya ada tali pinggang… aku sudah mulai terbiasa berjalan ke tempat umum dengan pakain ini … tapi kali ini ada yang lain.. mereka memberikan ku celana dalam ku… aku sedikit terkejut dan terbesit rasa gembira bahwa mereka mengizinkan ku mengenakan celana dalam.. tapi ternyata kegembiraanku hanya sesaat… ternyata mas Mantri kemudian memasukan vibrator logam tadi kedalam vagina ku ….dan celana dalam itu hanya menjaga agar vibrator itu tidak terjatuh…. tapi vibrator itu berukuran cukup besar sehingga menyebabkan vaginaku penuh…mas Hri mencoba menyalakan vibrator itu menggunakan remote yang dibawanya….ternyata vibrator itu bisa dinyalakan dengan remote… dia menyuruh ku berdiri dengan jarak lima meter… dan akhhh aku terhenyak kaget dan beguncang ketika vibrator itu bergetar dalam vaginaku… kemudian dia mematikannya kembali dan menyalakannya kembali terus begitu…. beberapakali sampai akhirnya dia benar benar mematikannya

“Ayo sambil menunggu suami kamu bangun kita jalan jalan”….. kata mas Hari… aku hanya bisa menuruti mereka….aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti……

Author : Unknown
( Bagi yang tau siapa penulis aslinya, silakan kontak gw, supaya bisa gw lampirkan ^^ )

Tidak ada komentar: