Kontak Info

Untuk info dan pemesanan silakan kontak gw di

Email : Hentai232@gmail.com
Email / YM : Hentaigame@ymail.com
Line ID : Hentai232
Pin Blackberry : 32628C2B


Silakan diadd / email bro, gw ol trus dari jam 8.00 pagi
s/d jam 10.00 malam

( langsung gw balas, g pake lama / tunggu )


Kamis, 28 November 2013

Perjalanan Seorang Istri Menjadi Budak Sex Pria Lain 2


Tag : Cerita Swinger , Cewek Bispak , Cerita Dewasa , Cantik , Cewek , Sex , Panas , Tukar Pasangan ,  Perek , Selingkuh

Semenjak kejadian pertama, ketika mas Hari dan mas Mantri memperkosa saya, sudah beberapa kali mereka mengulangnya. Setiap kali melakukan mereka selalu mengerjai saya dengan cara cara yang belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Dan yang paling aneh mereka seolah tahu jadwal tugas luar mas Aries suami ku. Mereka selalu merekam setiap mereka menyetubuhi diriku. Diriku sebenarnya merasa sangat terhina atas perlakuan mereka tapi yang aneh saya juga selalu menikmatinya. Mereka selalu menggunakan hasil rekaman kamera itu untuk mengancam saya.
Mas Aries suamiku tidak pernah mengetahui bahwa istrinya sekarang telah menjadi budak seks para cleaning service itu, malah dia masih suka mengundang mereka datang ke apartement kami. Namun sebuah kejadian telah membuat saya sangat ketakutan.


Hari itu mas Aries sedang tugas ke kotaBusan, dan baru kembali 3 hari lagi. Seperti sudah saya duga sebelumnya, sore sore sekali setelah jam kerja kedua orang itu menelpon.”Anggie..” sekarang mas Mantri memanggil nama saya dengan nama saja tanpa embel embel mbak seperti sebelumnya. “Kami mau datang kesana, tolong kamu bersiap pakai mantel kamu.. jangan pakai apa apa lagi, kita jalan jalan….” segera aku hendak memprotes, tapi…”Jangan bantah kalau tidak mau rekaman kamu saya putarkan didepan suami kamu, dan setelah itu kami sebar di internet” mulut ku segera terkunci aku pun melepas pakaian ku, mengenakan mantel ku dan duduk di ruang tamu menuggu kedatangan mereka dengan perasaan yang campur aduk… terhina, malu, tapi juga ada gejolak rasa aneh yang menggelora.

Tidak berapa lama bel pintu apartement saya berbunyi. Saya membukakan pintunya, ” wah kamu cantik sekali …dasar cewe’ nggak punya urat malu hahahahaha…” sambil berkata gitu tangan mas Mantri merogoh ke pantat saya yang tidak mengenakan apa apa dibalik mantel. Saya benar2 terhina..

Kemudian mereka mengajak saya pergi, di sepanjang jalan orang banyak menatap saya sebab mantel yang saya gunakan sedikt pendek dengan bagian bawah yang mengembang. sehingga terkadang jika sebuah kendaraan yang melintas dekat saya atau ada angin nakal maka mantel itu akan mengembang dan memperlihatkan bagian bawah saya yang telanjang. Beberapa kali hal itu terjadi saya selalu berusaha menutupi dengan menekan mantel saya dengan tangan, tapi mas Mantri tidak membiarkanya, dia selalu sigap menangkap tangan saya. Ternyata mereka membawa saya kesebuah kawasan yang bisa dianggap cukup rawan di kotaitu. Kami memasuki sebuah tempat yang ternyata adalah tempat yang melayani pembuatan tatto dan tindik.

Kemudian mas Hari yang berwajah seperti Tukul tapi tidak lucu itu terlihat berbicara dengan bahasa Korea dengan pemilik tempat itu, walau cuma cleaning service mas Hari memang sudah jauh lebih lama tinggal di Korea dibanding saya selain tempatnya bekerja memaksanya harus bisa bahasa Korea. Terlihat beberapa kali pemilik tempat itu milirik kearah saya kemudian terkekeh.

Ternyata mereka menghendaki saya di tindik. Kontan saya menolak “bagaimana mungkin….gimana kalau mas Aries tahu…” kata saya.”kalau gitu kita tindik di tempat yang tidak bisa dilihat dia..” “kamu harus mau kalau nggak saya putar cd kamu, apa kamu mau..” mas Hari berkata, suaranya sangat menyeramkan saya menjadi ketakutan..saya terdiam dan menagis..tapi tiba tiba parrrr…. pipi saya ditamparnya dengan keras sehingga saya jatuh kelantai..”jangan macam macam kamu ya….” ” ayo bangunnn…” sambil bicara tangannya masuk ke dalam mantel saya dan meraih puting saya dan membetotnya dengan keras…sehingga saya terpaksa bangun karena sakitnya…”sudah Anggie turuti saja apa maunya Hari..daripada kamu lebih tersiksa.. lagi pula di tindik kannggak terlalu kelihatan bekasnya kalau sudah sembuh..” demikian kata mas Mantri seolah membujuk….walau dia suka mempermalukan saya tapi saya lebih takut terhadap mas Hari yang selalu bertindak kejam.

“saya tahu suami kamu selalu kuno dalam berhubungan seks…, dia pasti mematikan lampu kalau sedang berhubungan dengan kamu jadi pasti nggak bakal tau deh” katanya lagi. baru saja dia terdiam mas Hari kembali menarik putingku dengan kerasnya. “ughhhh sakit masssssss” dia menyeret saya ke meja praktek orang Koreaitu.

Akhirnya disebabkan takut terhadap mas Hari dan bujukan mas Mantri yang saya pikir ada benarnya saya pasrah. Ternyata mas Hari meminta orang Koreaitu menindik saya di kedua puting saya dan di kelentit saya.. Saya langsung terlonjak kaget .. dan hendak meronta tapi lagi lagi saya di tampar dengan keras. Akhirnya saya benar benar pasrah kemudian mereka menyuruh saya melepaskan mantel saya….

Orang korea itu tertawa keras melihat keadaan saya, sekarang saya sudah tidak memiliki lagi bulu dikemaluan saya semenjak mereka mencukurnya, mas Aries pernah bertanya kenapa saya mencukur jembut saya, saya hanya berkata bahwa saya ingin tampil lebih bersih. Kemudian orang Koreaitu menarik dan memilin milin puting saya sehingga saya terangsang dan puting saya mulai mengacung dan tiba tiba cess”aughttt sakitttt…” saya menjerit..puting kiri saya sudah di tembus dan dengan sigap dia memasangkan anting anting berbentuk cincin di puting kiri saya. dan seperti tidak mau menggu lama dia mulai bekerja di puting kanan saya, dan seperti tadi “augguuuuuht sakitt” puting saya pun sekarang memiliki anting. Tapi kemudian dia mulai turun ke vagina saya, dia memilin itil saya, lalu.. “ahhhhhhh sakitttt” kali ini rasa sakitnya jauh melebihi yang tadi, saya sampai berkunang kunang. dan… kali ini bukan anting2 yang dia pasangkan tetapi sebuah gembok kecil. begitu kecil menyerupai gembok yang biasa kita pasang di buku diary kita agar tidak bisa di buka.

Walau kecil gembok itu memiliki kunci yang kemudian oleh tukang tindik tadi di berikan ke mas Hari. yang dengan sangat gembira menerimanya. Setelah itu dia memerintahkan saya mengenakan mantel saya dan mengajak saya pulang kembali ke Apartement. Tapi sebelum saya mengenakan mantel tiba tiba mas Mantri yang dari setadi mengabadikan adegan tadi dengan kamera tiba tiba memberikan dua buah lonceng kecil yang terikat di sebuah rantai tipis seperti yang digunakan kucing peliharaan ke mas Hari. Kemudian mas Hari memasangkannya di gembok yang terdapat di itil saya.Baru kemudian dia mengijinkan saya mengenakan mantel dan mengajak saya pulang.

Dengan itil yang masih sakit dan tergantung sebuah gembok, saya merasa berjalan dengan sedikit aneh. Sedikit mengankang dan sedikit menunging dan celakanya ketika saya melangkah dengan mantel yang tidak terlalu rapat terdengar bunyi klinting klinting dari bagian bawah saya.

Ternyata penderitaan saya tidak hanya sampai disitu. Kami tidak langsung pulang tapi mampir dahulu kesebuah restoran cepat saji ala barat di pusat kota. Restoran itu selalu ramai oleh anak anak muda Koreayang seperti juga anak muda di Indonesiasangat menyukai makanan ala barat. Sesampai di restoran bukannya ke counter langsung mas Hari dan mas Mantri malah duduk di kursi, mereka menyuruh saya yang memesan makanan. Dalam keadaan Restoran yang sedang ramai hal itu membuat saya sangat takut kalau sampai ada yang tahu keadaan saya. Saya berusah berjalan senormal mungkin tetapi tetap saja terdengar bunyi klinting klinting dari bagian bawah saya, belum lagi pakaian saya yang sangat aneh mantel pendek dengan bagian bawah yang mengembang. Dalam keadaan normal mantel itu padanannya adalah sebuah celana panjang. Kali ini saya tidak mengenakan apa apa lagi dibaliknya, sehingga cukup meng ekspos bagian pangkal paha dan dada saya. Sejumlah orang terlihat keheranan memandang diri saya dengan pakain seperti itu mengingat saat ini adalah akhir musim gugur yang cukup dingin. Lebih heran lagi mereka mendengar suara klinting klinting yang cukup nyaring terdengar dari bagian bawah saya. Tetapi kemudian saya melihat sejumlah anak muda pria tertawa terkekeh sambil memandang saya, saya rasa dia sudah tahu keadaan saya sekarang…. saya malu..

Setelah memesan makanan saya kembali kemeja dimana mas Mantri dan mas Hari duduk Saya memberikan makanan pesanan mereka. Mas Hari memesan burger dan soft drink sedang mas Mantri seperti ukuran tubuhnya yang gempal walau tidak gendut memesan 4 buah hot dog dan segelas soft drink. Tapi ternyata hanya dua buah yang dia makan, dua buah lagi dia hanya makan rotinya sedang sosisnya dia cuci di gelas soft drink. Kemudian dia pindah duduk dengan mengambil posisi disebelah kiri saya. Dan tiba tiba dia merengkuh saya, lalu tangannya menyusup kebagian bawah mantel saya, belum cukup keterkejutan saya dia ternyata mencoba menyusupkan sosis tadi kedalam vagina saya. Saya mencoba berontak tapi dia berbisik”silahkan bergerak yang mencurigakan, biar orang orang disini tahu…” saya pun terdiam sambil mengigit bibir bawah saya menahan tangis. Dan pelan pelan dia menyusupkan sosis tadi kedalam vagina saya setelah sebelumnya dia mengesek gesekan jarinya ke klentit saya yang ada gemboknya, sehingga vagina saya mulai basah. dan bless masuk hampir seluruhnya sosis itu. Tapi kemudian dia menarik kembali dan mengocok ngocoknya sehingga saya hampir tidak bisa bernafas karena horny yang luar biasa, saya takut ada orang yang tahu keadaan saya…

Tapi kemudian dia berhenti, untuk kemudian yang membuat mata saya terbelalak dia mengambil sebuah sosis lagi, dan kembali mecoba memasukan sosis itu kedalam vagina saya yang sebelumnya sudah berisi sosis yang lain.Saya mencoba mengelak tetapi dia memberi isyarat yang sedikit mengancam. Akhirnya saya pasrahkan dua buah sosis sekali gus masuk kedalam vagina saya hingga hanya tersisa sedikit bagian atasnya. Saya hampir merasa mata saya saat ini sedang merem melek karena sensasi aneh yang saya rasakan. Setelah semua masuk mas Mantri mencium kening saya seolah saya kekasih kesayangannya. “ayo kita pulang …” ajaknya kepada mas Hari dan saya. mendengar itu saya sedikit lega, sebelum saya bangkit tangan saya kebawah ke arah vagina saya untuk mencabut sosis tadi, tetapi mas Mantri mencegah.”biar saja disitu saya mau makan nanti dirumah..” “tolong di simpan dulu ya….” bicaranya kalem sekali dan sambil bicara dia kembali mencium pipi saya dan mengelus elus rambut saya, membuat saya merinding membayangkan bagaimana cara saya berjalan nanti.

Kami pun berjalan keluar restoran itu, jalan saya menjadi lebih susah dari ketika datang tadi, saya tidak bisa berjalan normal, sebab saya harus berusaha menjepit kedua sosis tadi agar tidak jatuh. Tapi celakanya makin dijepit makin saya merasa terangsang hebat karena kedua sosis itu seolah bergelinjang didalam vagina ku. Hal itu semakin menyebabkan vaginaku bertambah basah, yang berarti semakin sulit menahan kedua sosis itu agar tidak jatuh..Apa jadinya kalau sosis itu jatuh di tempat ramai…

Saya berusaha berjalan normal tapi sulit, yang ada saya semakin lambat berjalannya, hal itu tampaknya membuat mas Mantri kesenangan, dia terkekeh. selama perjalanan dia merangkul saya di pinggang seperti seorang kekasih. Mas Hari hanya berdiam sambil terus memainkan kameranya, saya lebih suka dia seperti itu, wajahnya seperti Tukul Arwana tetapi saya sangat takut terhadap dirinya.

Kami pulang menggunakan Bus, dan saya harus menunggu bus di sebuah halte. vaginaku semakin becek saya semakin sulit menahan agar sosis itu tidak keluar. Saya merasa mata saya semakin sayu karena rangsangan hebat yang saya rasakan. Beberapa kali saya menoleh ke arah mas Mantri secara bersamaan dia juga menoleh kearah saya , dan dia tersenyum penuh arti setelah melihat wajah saya..

Ketika tiba di halte bus tujuan kami baru saja lewat sehingga kami haru menunggu sekitar 10 menit lagi untuk jadwal berikutnya. Di halte itu sudah duduk dua orang pria korea tua yang saya taksir berumur sekitar 60 tahunan tampaknya mereka seprti dua orang pensiunan yang bersahabat. masih ada dua tempat duduk lagi disitu, tapi mas Mantri tidak mengizin kan saya duduk malah dia sendiri dan mas Hari yang duduk. Saya harus berdiri sambil menahan sosis agar tidak jatuh. Saya merasa salah satu sosis sudah mulai keluar separuhnya saya begitu takut sehingga “mas Mantri gantian doong saya ghhh mau duduk…” saya sedikit melenguh karena semakin merasa terangsang. “jangan kamu berdiri saja, saya capai nih kalau mau minta sama Hari saja” mendengar itu saya memandang ke mas Hari, tapi mas Hari memang tidak berbicara apa apa tapi matanya mendelik menakutkan, saya faham dia juga tidak mau bangun, saya takut sama dia. Akhirnya saya berusaha keras agar sosis itu tidak jatuh tetapi semakin menahannya semakin sulit disatu sisi saya semakin terangsang yang membuat vagina saya semakin becek, disisi lain sosis itu terasa semakin licin dan sudah mulai keluar melebihi separuhnya. Saya hanya berharap Bus segera datang agar saya bisa duduk di bus dan membenarkan kembali letak sosis itu.

Tetapi harapan tinggal harapan perlahan namun pasti sosis itu meluncur dan… akhirnya poppp.. sosis itu jatuh, karena saya terus berusaha menjepitnya sampai detik detik terakhir sosis itu bukan hanya sekedar jatuh tapi seakan meloncat keluar. Pria korea itu melihat kejadiannya dan sedikit terkejut, namun kemudian gantian saya yang terkejut ketika kemudian dia berjongkok dan memungut sosis itu, saya yakin dia melirik kearah bawah mantel ku dan dapat dengan mudah melihat kearah vaginaku yang tidak tertutup apa apa..”milikmu… sebaiknya hati hati menjaganya..” katanya dalam bahasa Korea, saya begitu gugup sehingga malah membuat satu sosis lagi terlupakan dan… poopp, sosis itu keluar lagi seperti di tembakan. Kedua pria Korea itu tertawa kerasa sekali sampai terbahak.. saya benar benar sangat malu, kawannya ganti menunduk dan memberikan sosis itu kepada saya dan berkata dalam bahasa korea” sosis kami jauh lebih nikmat dan tidak perlu harus dua untuk memenuhi milikmu, cukup kami bergantian” kata kata itu disambut tawa keras mereka berdua, saya begitu malu hingga sarasa mau melayang pingsan, saya melirik ternyata mas Mantri juga tertawa terbahak.

Akhirnya bus itu tiba, didalam bus saya duduk diapit mas Mantri dan mas Hari, tangan mas Mantri kembali memasukan sosis yang terjatuh tadi kedalam vaginaku sambil berpesan “kali ini tolong disimpan yang benar jangan sampai jatuh lagi malu dong” aku hanya dapat tertunduk..selama mencoba memasukan sosis tadi, sosis tidak langsung di masukan tapi dikocok kocok lebih dahulu sehinga tanpa saya sadari saya melenguh nikmat dan tenyata lenguhan ku keras sekali sehingga terdengar oleh beberapa penumpang, seorang penumpang, wanita tua, bangkit dari duduknya dan bersiap turun di halte berikutnya dan bekata ketus dan keras dalam bahasa korea, “dasar pelacur tidak bermoral, tidak cukupkah hanya melacur di negaranya, kenapa dewa mendatangkan penyakit kenegara ini” mendengar itu tanpa terasa saya menangis, tapi mas Hari memberikan sapu tangannya kepada saya dan berkata, “tidak perlu menagis kalau yang dikatakan seseorang tentang kita memang sebuah kenyataan” mungkin dia mencoba menenangkan saya, tapi itu membuat tangisan saya makin tidak terbendung, saya malu….

Tiba di apartement mereka menyuruh saya melepaskan mantel dan bertelanjang bulat, mas Hari memberi perintah agar saya beridiri di depannya, dia memandangi tubuh saya, dia memandangi hasil tindikan tadi. Kemudian dia melepas bel tadi, dan memindahkannya dari gembok di itil ke anting di puting. setelah itu dia mengambil segulung benang sulam dari lemari perkakas ku, dan memotong dua helai benang sepanjang kurang lebih tiga meter sehelai diikatkan ke anting di puting sebelah kiri, sehelai yang lainnya di anting puting sebelah kanan. Kemudian dia menyuruh ku merangkak, “sekarang merangkak keliling, kamu harus tahu kemana saya mau kamu berbelok” saya tidak mengerti tapi saya menurutinya, saya mulai merangkak Tetapi belum saya mulai merangkak tiba tiba dia berkata”sebentar masaih ada yang kurang..” dia mengambil sebuah pisang, sebesar pisang ambon dan tanpa melepas kulitnya dia memasukannya ke vaginaku, lalu sebuah ketimun jepang yang hijau tua dan sedikit berbintil ke dalam anus ku.”sekarang mulai…” aku merangkak dan perasaan aneh mengalir ketika kedua buah tadi seolah bergoyang didalam tubuh ku…”ughh mas nggak tahannnn “kataku, tapi dia malah mencambuku dengan ikat pinggannya “diam nggak ada kuda yang bicara” saya kaget ternyata kami sedang bermain kuda kudaan, kemudian saya merasakan benang di puiting kananku ditarik dengan keras sehingga putingku terbetot kearah belakang,”rupanya ini maksud dia bahwa saya harus tahu kearah mana saya harus berbelok sesuai keinginannya” saya pun berbelok kekanan dia terlihat puas, 15 menit berikutnya saya merangkak berputar putar didalam ruangan tapi lama lama saya semakin tidak tahan rangsangan pisang dan ketimun semakin hebat. sehingga akhirnya tubuhku bergetar dan saya mencapai klimaks. Mas Hari terlihat senang dia menghampiri saya menjambak rabutku dan langsung mencabut pisang tadi dan menggantikannya dengan kemaluannya sendiri yang besar. bahkan lebih besar dari pisang tadi.

Mas Hari mulai memompa pingulnya dengan cepat sambil tangannya meremas payudaraku. Bel yang tadi dipasang di putingku berbunyi klinting klinting dengan kerasnya menambah gairah mas Hari. sementara itu mas Mantri tidak henti2nya merekam adegan itu. aku benar benar nikmat…sampai sampai aku merasa setengah diawang awang, dengan mas Aries jujur aku belum pernah merasa seperti ini. tapi tiba tiba, Tarrrr wajahku ditampar oleh mas Hari, aku terkejut, sambil menampar tadi dia sama sekali tidak mengurangi enjotannya, tarrrr… kembali wajah ku ditamparnya”sekarang baru enak ya.. pelacurrr” katanya dan, tarrrr …kembali dia menampar ku..Aku mulai menangis….dia kembali meremas dadaku tapi kali ini dengan sangat kasar dan keras sehingga aku kesakitan sekali. Tangisku mulai meledak, dan tampaknya dia malah sangat suka. sehingga dia mendekati klimaks ketika tiba tiba dia mencabut penisnya dan bergerak dengan cepat kearah mulut ku dan dengan paksa memasukan penisnya kemulutku hingga dalam dan serrr dia mncapai klimaks didalam mulut ku.. aku sampai tersengal karena banyaknya seperma yang masuk … setelah itu mendorong diriku dengan keras sehingga aku terguling. Dia mengambil segelas Soju (sake korea..) dan menonton diriku yang masih menangis sambil minum soju itu, tiba tiba dia menyiram diri ku dengan soju itu dan mendorong keras diriku dengan kakinya sambil bangkit. Badan saya langsung menggil melihat dia mendekat lagi ke saya, “minum ini cepat” katanya sambil mencekoki saya dengan soju kemulut saya.Cara mencekokinya yang kasar dan daya tampung mulut saya yang tidak sebanyak itu membut saya tersedak dan batuk batuk hingga sebagian keluar lagi lewat lubang hidung saya. Mas Hari melihat itu langsung menampar kembali. saya terjatuh dan menangis. Kemudian mas Hari menyuruh saya duduk diatas lutut saya kemudian mulai mengikat tangan saya kebelakang pergelangan tangan kanan bertemu siku kiri begitu sebaliknya, kemudian rambut saya diikatkan ke tangan saya. Hal itu membuat wajah saya menjadi menengadah ke atas.Kemudian dia mengambil beberapa karet gelang dan mengikatkannya di masing masing payudaraku, rasanya sangat sakit sekali aku kembali menangis payudaraku saat ini sudah berbentuk seperti balon karena diikat dengan karet sangat keras warnanya pun mulai berubah. Dengan membentak dia menyuruh kaki ku mengangkang, masih dalam keadan berlutut. Tiba tiba saya merasakan sesuatu menyusup kedalam vagina saya, ternyata itu adalah sebuah dildo vibrator yang rupanya sudah dibawanya. Kemudian dia mulai mengocok ngocok dildo tadi kedalam vagina saya tanpa menyalakan vibratornya. “aughttt enggghttt” saya sampai melenguh keenakan. kemudian mas Hari memasukan Vibrator itu dalam dalam sehingga saya merasa telah mentok di vagina saya kemudian di menyalakan vibrator tadi yang mulah berputar putar, bergoyang dan bergetar sekali gus. Dalam keadaan terikat dan tidak dapat melihat ke bawah sensasi yang di timbulkan vibrator itu menjadi semakain menggila didalam diri saya.”ughtttt hmmmm ….” saya benar benar tidak kuat hingga tubuh ku bergetar nikmat. “eh enak nggak”kata mas Hari.ketika saya terlambat menjawab dia menarik anting di puting saya keras keras sehingga saya kesakitan “uuenakkk masss…sshh” itu sebuah kenyataan, tapi aku merasa terhina apa lagi mendengar mas Mantri tertawa keras dibalik kameranya mendengar itu. Akhirnya tubuhku tiba tiba mengejang hebat dan “engghhh saya keluarrr..” tanpa sadar saya berbicara karena mencapai klimaks dalam posisi yang tidak biasa… tetapi mas Hari tidak langsung mencabut vibrator itu, tetapi dia mulai beronani didepan wajah ku dan setelah beberapa menit crottt crottt dia mencapai klimaks di wajah ku. sedang vibratornya masih terus bergerak didalam vagina ku membuat tubuh ku mencapai multy orgasme. dan akhirnya terbanting ke belakang akibat lonjakan kenikmatan yang aku rasakan. Mas Mantri yang dari tadi terus mengambil adegan tadi, mulai menyerakan kameranya ke mas Hari. Dia mencabut vibrator itu, melepas ikatan tangan dan rambutku, lalu membuka kaki ku dan memasukan penis besarnya kedalam vagina ku dan langsung memompa diriku. aku kembali ‘on’. Dan mulai bergoyang mengikuti irama goyangnya, namun karena dari tadi saya sudah mencapai klimaks berkali kali maka hanya beberapa saat saya sudah kembali mencapai orgasme. Mas Mantri yang belum keluar melihat saya sudah mencapai klimaks dia terkekeh, kemudian memaksa saya berbalik sehingga saya menungging. Kemudian dia kembali memasukan penis nya ke vagina saya dan kembali memompa kannya. tapi yang mengejutkan dia memasukan vibrator tadi kedalam anus saya. Rasanya sakit sekali, saya benar benar kaget. Akhirnya diapun mencapai klimaks setelah cukup lama.

Sepanjang hari itu kedua orang itu terus menerus bergantian mengerjai saya. Selama satu minggu mas Aries bertugas mereka juga terus menerus mengerjai saya. Akhirnya ketika saatnya mas Aries akan pulang, setelah satu mingu bertugas, luka tindikan di puting dan itil saya sudah sembuh, sehingga saya sudah dapat melepas kedua anting di puting saya, sepintas tidak akan terlihat lubang tindikan diputing saya, sehingga saya yakin mas Aries tidak akan tahu. Namun saya tidak dapat melepas gembok di itil saya. Saya menelpon mas Hari meminta kuncinya namun dengan enteng dia menjawab “saya lupa ditaruh dimana.”, “nanti saja kalau sudah ketemu saya bawain kekamu..” saya benar2 shock”mas Hari bagaimana kalau mas Aries tahu…” “itu urusan kamu, kalau kamu tidak mau dia tahu, ya di jaga dong”

Akhirnya saya hanya bisa pasrah sambi dalam hati ketar ketir, selama itu setelah mas Aries pulang, ketika dia mengajak bermesraan saya selalu mengelak saya takut ujungnya dia minta jatah. Kalau sampai itu terjadi bisa berbahaya kalau dia menemukan gembok di itil istrinya. Dan saya hanya bisa berharap mas Aries segera bertugas di luar kota lagi.., maaf kan saya mas Aries……

Dua orang begundal itu pun tidak pernah berhenti di situ, mereka selalu menemukan cara mempermalukan dan menyiksa saya, di lain kesempatan mereka pernah membawa saya kepada seorang pria Korea yang juga memilki hobby yang sama dengan mereka dan bahkan memilki sejumlah mainan yang aneh aneh. Tetapi saya akan menceritakannya lain waktu saja ya…


Author : Unknown
( Bagi yang tau siapa penulis aslinya, silakan kontak gw, supaya bisa gw lampirkan ^^ )

Tidak ada komentar: